Kampung Gurimbang merupakan wilayah perkampungan tertua yang berada di Kabupaten Berau. Kampung ini telah berdiri sejak 300 tahun yang lalu pada abad ke-17 dibuktikan dengan terdapatnya situs sejarah makam raja yang bertuliskan arab. Pemerintahan kesultanan Gurimbang telah ada sejak tahun 1263 Hijriyah yang ditandai dengan ditemukannya makam Raja Kesultanan Berau ke-13 Sultan Amiril Mukminin yang daerah pemerintahannya terdapat di kampung Gurimbang. Tanah banua atau wilayah pemukiman masyarakat kabupaten Berau ini dulunya berbentuk Kerajaan, yaitu Kesultanan Berau yang Raja pertamanya dipimpin ole Baddit Dipattung yang bergelar Aji Raden Surya Nata Kesuma. Setelah beliau wafat, kesultanan dilanjutkan oleh putranya secara turun-temurun. Kesultanan Gurimbang yang dipimpin oleh Raja Berau ke-13 bermula dari pemerintahan Sultan Hasanuddin Raja Berau ke-12 dimana terdapat perubahan sistem pengangkatan Raja, dari sistem bergantian antara 2 keturunan Raja Kesultanan Berau ke-11 Aji Pangeran Dipati kembali pada tradisi lama dimana seorang Raja digantikan oleh puteranya, Raja ke-12 mengangkat putranya sendiri Amiril Mukminin sebagai Raja Berau ke-13.
Oleh pihak keluarga keturunan Aji Pangeran Dipati (Raja Berau ke-11) kejadian ini dianggap sebagai suatu penghianatan dan melanggar kesepakatan yang telah diambil oleh orang-orang tua (Pendahulu Mereka) yaitu Aji Pangeran Tua (Raja Berau ke-10) dan Aji Pangeran Dipati (Raja Berau ke-11) di dalam musyawarah besar Kerajaan. Hal ini telah memicu meningkatnya perselisihan diantara keluarga kedua keturunan ini yang pada akhirnya Kerajaan Berau dibagi 2 menjadi Kerajaan Sambaliung dan Kerajaan Gunung Tabur, hal ini terjadi kira-kira pada awal abad ke-18. Amiril mukminin sebagai Raja Berau Ke-13 memerintah dari tahun 1767 sampai dengan tahun 1779. Pengangkatannya sebagai Raja Berau Ke-13 menyebabkan keturunan dari Raja Berau ke-11 (Aji Pangeran Dipati) kesal dan tidak puas. Sering terjadi gejolak-gejolak yang menyebabkan pusat pemerintahan Sultan Amiril Mukminin (Raja Berau ke-13) ini pindah ke Sungai Rejang (Gurimbang) dan setelah mangkat disana beliau dikenal dengan nama Marhum di Rejang. Masa Pemerintahan Amiril Mukminin dari keturunan Aji Pangeran Tua in sebagai Raja Berau ke-13 berjalan kurang lebih 12 taun, beliau pun tutup usia dan langsung digantikan oleh Muhammad Zainal Abidin sebagai Raja Berau ke-14 dari keturunan Aji Pangeran Dipati setelah melalui musyawarah antara keluarga dan pejabat-pejabat Kerajaan.