PKK Kampung Gurimbang bersama dengan mahasiswa KKN 48 Unmul melaksanakan Pembutan Amplang di Kampung Gurimbang, Selasa (5/7). Kegiatan ini sebagai salah satu upaya menggali potensi produk olahan unggul di kampung tersebut. Ketua PKK Kampung Gurimbang, Ifah menyambut baik kegiatan yang terlaksana. Lantaran perempuan di Kampung Gurimbang dapat berdaya untuk peningkatan ekonomi minimal pada tingkat keluarga. “Apalagi, mata pencaharian di kampung Gurimbang kebanyakan adalah nelayan dengan hasil yang melimpah. Baik untuk ikan, kerang, dan udang. Dengan diversifikasi pangan, masyarakat maupun anggota PKK bisa menjadi lebih kreatif lagi,” tuturnya. Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Kampung Gurimbang, Edy Gunawan, atas terobosan dan upaya peningkatan kreatifitas bagi UMKM kampung. "Amplang ini kita buat memakai ikan bulan bulan, produk umkmnya tidak cuma amplang, tetapi ada juga kembang goyang dan peyek" tutur Bu Aknia, salah satu ibu PKK. Amplang khas Kampung Gurimbang "Pilajau Banua" salah satu produk unggulan UMKM TP PKK Gurimbang. Dibuat dengan ikan pilihan yakni ikan tenggiri dan bulan bulan. Dengan 3 varian rasa yang nagih banget. Ada rasa original, jeruk purut dan parseley. Harganya pun terjangkau mulai dari 10ribu/bungkus s.d 120ribu/kg. Pilajau Banua di proses dengan memperhatikan kebersihan tempat dan juga hasil produksinya. Pilajau Banua ini wajib kalian bawa sebagai oleh oleh khas dari Kampung Gurimbang.
Berdasarkan kegiatan tersebut, diharapkan amplang bisa menjadi salah satu produk unggulan kampung. Begitu juga harapan agar produk ini bisa di pasarkan secara luas. “Kami berterima kasih untuk kegiatan dalam peningkatan ekonomi dan sdm yang lebih baik,” Kegiatan ini sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dari PT. Berau Coal serta mendapat perhatian Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, khususnya Bidang Industri yang membawahi industri kecil menengah. Kepala Bidang Industri, Diskoperindag Berau, Endang Iriani menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan PT Berau Coal dimana dukungan pelatihan dalam peningkatan ekonomi UKM sangat dibutuhkan. Apalagi, kegiatan pelatihan menjadi implementasi dari Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014, tentang perindustrian. Terkait pelatihan, pemberian peralatan produksi, fasilitasi promosi baik di dalam maupun luar Berau. Kemudian dia menjelaskan tujuan terlaksananya kegiatan ini yaitu mempersiapkan sumber daya manusia yang siap kerja dan menyiapkan lapangan kerja. Ide pelatihan amplang pun tercetus sebab pertimbangan potensi Kampung Gurimbang yang memiliki sumber daya perikanan yang melimpah. Kedepannya Hikmawaty pelatihan ini bisa bermanfaat dengan baik. “Dengan keterbukaan UMKM maupun IRT, terbukalah peluang kerja selanjutnya. Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat juga,” tuturnya.